Latin Brides for Marriage

Thursday, October 27, 2016

Kini Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sudah Dibebaskan Bagi Tanah kurang dari 2 milyar


Kini Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sudah Dibebaskan Bagi Tanah kurang dari 2 milyar

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa dikenal Ahok selaku Gubernur DKI Jakarta menyatakan bahwa telah menandatangani surat Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai pencabutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk lahan serta bangunan yang seharga kurang dari Rp 2 miliar.
Kini Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sudah Dibebaskan Bagi Tanah kurang dari 2 milyar
Kini Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sudah Dibebaskan Bagi Tanah kurang dari 2 milyar
Hal ini merupakan bentuk realisasi seperti yang diminta oleh Presiden Jokowi. Bebasnya Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pada lahan yang bernilai seharga kurang dari Rp 2 miliar akan dibebaskan dari pembayaran BPHTB tersebut. 

Perihal tersebut sudah diumumkan oleh Ahok di depan 50 jemaah yang akan berangkat umrah ke kota Mekkah, Arab Saudi. Beliau menyampaikan hal tersebut pada saat berada dalam sambutan di Balai Agung, Balai Kota, tepatnya di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta pada hari Jumat,28 Oktober 2016. 

"Saya tidak mengetahuinya nih, marbut pun juga ada yang orang kaya loh, memiliki tanah warisan dari Betawi. Tapi tidak dapat disertifikasi, hanya karena tidak sanggup untuk membayar BPHTB sebesar 5 persen dari NJOP tanah," kata Ahok di depan semua penjaga masjid dari seluruh Jakarta ini. 


Tidak semua orang mampu untuk mengurus sertifikat atas lahan yang dimilikinya karena adanya BPHTB yang sangat mahal. Makanya, supaya hal ini tidak menyulitkan masyarakat, BPHTB untuk lahan yang harganya di bawah Rp 2 miliar akan digratiskan.

"Nah, ini dia Pak Sekda Saefullah, saya sudah menandatangi surat bapak nih, di bawah Rp 2 miliar itu nol ya BPHTB-nya yang artinya tidak usah bayar. Jadi bapak dan juga ibu bisa bikin sertifikat," kata Ahok sambil disambut oleh tepuk tangan orang-orang seisi ruangan tersebut.

Untuk lahan yang harganya di atas senilai Rp 2 miliar diwajibkan untuk membayar BPHTB. Hanya saja, untuk mereka para pemilik lahan yang di atas harga Rp 2 miliar dapat menunda pembayaran BPHTB sampai ketika lahan tersebut terjual. "Dengan cara yang seperti ini,maka semua orang yang tinggal di Jakarta memiliki sertifikat hak milik masing-masing," kata Ahok.  

Post Comment