Latin Brides for Marriage

Sunday, October 2, 2016

Jubir Kepresidenan Mengklarikikasi Pernyataan Duterte yang Menyamakan Dirinya dengan Hitler


Jubir Kepresidenan Mengklarikikasi Pernyataan Duterte yang Menyamakan Dirinya dengan Hitler

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Juru bicara Duterte tampil untuk mengklarifikasi dan meluruskan pernyataan mengenai kontroversialnya, Rodrigo Duterte sebagai Presiden Filipina telah dikecam oleh publik karena menyamakan dirinya sendiri dengan pemimpin Nazi yaitu Adolf Hitler.

Jubir Kepresidenan Mengklarikikasi Pernyataan Duterte yang Menyamakan Dirinya dengan Hitler
Jubir Kepresidenan Mengklarikikasi Pernyataan Duterte yang Menyamakan Dirinya dengan Hitler
Saat pernyataan terbarunya yang sangat kontroversial tersebut, Duterte mengatakan bahwa operasi dalam memerangi kriminal yang dilakukan sudah menewaskan lebih dari 3 ribu orang dalam 3 bulan terakhir tersebut sama dengan Hitler yang telah membantai lebih dari 6 juta warga Yahudi pada tahun 1933-1945 silam.

Seperti yang diberitakan dalam AFP pada hari Sabtu, 1 Oktober 2016. "Kami tidak ada maksud untuk tidak perduli akan hilangnya nyawa yang lebih dari 6juta warga Yahudi saat Holocaust," jelas Ernesto Abella selaku juru bicara kepresidenan Filipina.

"Rujukan presiden terkait pembantaian merupakan penyimpangan secara tidak langsung dari cara dirinya digambarkan sebagai seorang pembunuh massal seperti Hitler yang adalah label yang dia tolak,"katanya


Walaupun begitu, Abella mengklarifikasi yang dimaksudkan oleh Duterte mengenai yang beliau ingin membunuh jutaan orang yang berada di Filipina hanya untuk menuntaskan misi yang bertujuan untuk memberantas narkoba.
"Duterte menyatakan akan 'kesediaannya untuk membunuh' sebanyak 3 juta orang pengedar narkoba agar dapat menyelamatkan masa depan untuk generasi berikutnya dan juga negara ini," jelas Abella. 

"Hitler yang telah membantai 3 juta warga Yahudi. dan saat ini terdapat 3 juta pecandu narkoba di Filipina, Saya dengan senang hati akan membantai mereka semuanya," tegas Duterte. Pernyataan kontroversial Duterte yang dihubungkan dengan Hitler disampaikan pada saat berpidato di Davao City yang merupakan kota asalnya, pada hari Jumat 30 September 2016 waktu setempat. 

Kecaman pun datang dari Jerman dan juga Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Ashton Carter. Kementerian Luar Negeri Jerman memanggil Duta Besar Filipina untuk menegaskan bahwa pernyataan Duterte itu tidak bisa diterima. 

"Pada setiap pembandingan mengenai kekejaman Holocaust atau dengan apapun itu, tetap tidak bisa kami terima," jelas Martin Schaefer sebagai juru bicara Kementerian Luar Negeri di Jerman.

Sementara Menhan AS Carter mengatakan terkait pernyataan Duterte yang sudah menyamakan dirinya dengan Hitler tersebut sangatlah mengganggu. "Walaupun berbicara secara pribadi pun bagi diri saya sendiri, saya merasa kala komentar tersebut sangat mengganggu," ujarnya.

Post Comment