Latin Brides for Marriage

Wednesday, October 19, 2016

Dedi selaku Bupati Purwakarta Membawa Bocah Karawang yang Mengalami Lumpuh Otak ke RS Swasta

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Dedi Mulyadi selaku Bupati Purwakarta membawa seorang anak yang mengalami lumpuh otak yang dibiarkan oleh RSUD Karawang ke rumah sakit swasta agar dapat langsung mendapatkan perawatan medis.
Dedi selaku Bupati Purwakarta Membawa Bocah Karawang yang Mengalami Lumpuh Otak ke RS Swasta
Dedi selaku Bupati Purwakarta Membawa Bocah Karawang yang Mengalami Lumpuh Otak ke RS Swasta
Kejadian tersebut dimulai pada saat Dedi yang akan datang ke sebuah acara kebudayaan di Kabupaten Bekasi. Kemudian dia pun lebih memilih untuk menggunakan jalan umum supaya tidak terkena macet di jalan tol yang bersamaan dengan jam pulang kerja.

Pada saat berada di perjalanan Dedi menerima pesan melalui SMS Center yang berisikan meminta bantuan SMS tersebut dari seorang bapak yang mengatakan bahwa anaknya sedang sakit tapi malah dibiarkan saja di RSUD Karawang. Setelah menerima pesan tersebut, Dedi yang sedang berada tidak jauh dari lokasi langsung mendatangi lokasi tersebut.

Sesudahnya berada di lokasi yang didatanginya sekitar pukul 20.00 WIB, dia pun langsung berjalan menuju IGD RSUD Karawang untuk bertemu secara langsung dengan sang pengirim pesan tersebut. "Purwakartanya di mana? Kenapa jauh-jauh datang ke Karawang. Kata Dedi pada saat bertemu langsung dengan orang tua sang anak Pada hari Rabu,19 Oktober 2016 malam hari.

"Bukan Pak, Saya warga Karawang)," jawab Iwan selaku bapak sang anak.

Walaupun keluarga itu bukan termasuk warganya, namun Dedi akhirya masih tetap melayani keluhan keluarga tersebut seperti yang sudah disampaikannya di dalam pesan yang diterima olehnya itu. Sesudah berbicang sebentar, akhirnya diketahui kalau mereka dibiarkan karena dari pihak rumah sakit tersebut beralasan tidak terdapat dokter ahli hari itu dan diminta untuk datang kembali keesokan harinya.

Di dalam perbincangan tersebut akhirnya terungkap kalau Iwan sempat membawa kedua anaknya yaitu Indriani umur 9 tahun dan Yahya Ridwansyah umur 2 tahun yang sama-sama menderita penyakit yang sama. Pada awalnya kedua anak tersebut mengalami panas yang sangat tinggi sampai kejang-kejang. Kemudian tidak lama keduanya langsung terserang kelumpuhan otak.

"Adiknya, yahya pernah dirawat di sini juga (RSUD), tetapi karena kami memakai Jamkesmas jadi pelayanan yang diberikan juga seadanya. Ketika diperiksa katanya dokternya terdapat benjolan, belum apa-apa sudah dimintai uang sebesar Rp 2 juta untuk melakukan operasi," kata Iwan.


Karena tidak mampu untuk membayarnya, Iwan pun akhirnya membawa kembali sang anak pulang ke rumah. Akan tetapi setelah beberapa hari berlalu, sang anak akhirnya kehilangan pandangan dan tubuhnya langsung kaku layaknya gejala Cerebral Palsy atau dengan kata lain kelumpuhan otak yang dimulai dengan panas yang tinggi. Sampai akhirnya pihak keluarga pun membawa Yahya kembali menuju ke rumah sakit.

"Kakaknya, Indriani juga sudah mengalami gejala seperti ini empat tahun yang lalu. ada awalnya juga begini step, dan akhirnya malah seperti ini," ucapnya.

Tak lama kemudian setelah selesai berbincang, Dedi langsung membawa anak-anak tersebut dengan menggendongnya masuk ke dalam mobil pribadinya menuju ke RS Cito Mandaya. Setelah sampai ke rumah sakit tersebut Dedi langsung membawa kedua sang anak tersebut ke ruang IGD untuk penanganan darurat.

Setelah diperiksa, anak-anak tersebut kemudian dipindahkan ke ruang perawatan kelas satu. "Tidak perlu memakai kartu jaminan kesehatan agar penanganannya lebih cepat. Bayar biasa saja. Semua biaya saya yang menanggungnya," kata Dedi denga tegas kepada petugas rumah sakit tersebut.

Tidak cuma sampai situ saja, Dedi yang juga sebagai Ketua DPD I Golkar Jabar langsung menelpon Ketua DPD II Golkar di Kabupaten Karawang untuk melanjutkan mengawasi dan juga membantu keluarga pasien. Karena semua biaya telah dia tanggung dan tinggal diawasi saja perawatannya.

"Saya sudah menghubungi pihak Bupati Karawang, dan nanti katanya dia yang akan membantu bapak juga," jelas Dedi.


Selain kedua adik-kakak tersebut, Dedi juga membawa seorang anak bayi yang baru berusia 1,5 tahun yang adalah anak seorang pemulung yang tadinya sedang menunggu perawatan di IGD RSUD Karawang ke RS Cito Mandaya untuk segera mendapatkan perawatan secepatnya.

Dedi pun juga memberikan sejumlah uang kepada kedua keluarga tersebut yang anaknya sedang dirawat dirumah sakit tersebut sebagai biaya sehari-hari selama menunggu proses penanganan medis yang akan dilakukan oleh pihak rumah sakit.

Post Comment