Latin Brides for Marriage

Sunday, September 11, 2016

Pengendara Siswa SMK Menabrak Rombongan Anak SD, Orangtua Si Pengendara Pasrah

Pengendara Siswa SMK Menabrak Rombongan Anak SD, Orangtua Si Pengendara Pasrah
Pengendara Siswa SMK Menabrak Rombongan Anak SD, Orangtua Si Pengendara Pasrah
Berita Terbaru dan Terpercaya by PAGIASIA - Saat rombongan anak-anak SD sedang menyeberangi jalan ini malah ditabrak oleh siswa SMKN 1 Purwakarta. Orangtua siswa pengendara ini pun pasrah jika anaknya harus di keluarkan dari sekolah.

Kejadian ini terjadi di Jalan Raya Kampung Cipaten, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta. Akibat dari insiden ini memakan korban satu anak siswa SD meninggal.

Agent Judi Bola Online - AKP Arman Sahti sebagai Kasatlantas Polres Purwakarta, menjelaskan awal mula kejadian ini terjadi saat 5 siswa SD dan satu orangtua menyeberangi jalan menuju ke sekolah pada hari Jumat, 29 Juni 2016 lalu sekitar jam 6.00 WIB.

Dengan tiba-tiba, melintas dengan kencang sebuah motor sport Yamaha R 15 dengan nomor polisi T 4065 CR di kendarai oleh FGR yang baru berumur 16 Tahun seorang siswa SMKN 1 Purwakarta ini melaju dari arah Kabupaten Bandung Barat dengan kecepatan yang tinggi di jalan lurus menurun langsung menabrak rombongan siswa SD tersebut.

"Kejadian ini mengakibatkan meninggalnya salah satu anak yang bernama VIvilia Apidah yang berumur 6 Tahun pada saat perjalanan ke RS Bayu Asih" jelas Arman.

Keempat anak SD yaitu Alin (12th) Pia (9th) Salam (8th) dan Ranti (7th) selamat dari kejadian ini sedangkan Mulyati (40th) yang adalah orangtua korban Vivilia hanya mengalami luka ringan dari insiden ini.

Kendaraan serta tersangka berinisial FGR kini telah diamankan di Gedung Satlantas Polres Bandung. "FGR yang termasuk anak dibawah umur ini masih diperiksa oleh kepolisian." kata Arman.

Alex sebagai orangtua tersangka mengatakan menyesal atas kejadian ini dan menerima atas keputusan dari Dedi Mulyadi selaku Bupati Purwakarta jika anaknya 'dipecat' atau dikeluarkan dari sekolah SMKN 1 Puwakarta setelah insiden yang menabrak rombongan siswa SD tersebut.

Baca Juga : Baca Juga :Kata Mourinho Seharusnya MU mendapatkan Penalti dan Bravo Diberikan Kartu Merah

"Dia baru bisa kendarai motor"kata Alex saat pertemuan dengan pihak sekolah dan guru di SMKN 1 serta Dedi Mulyadi selaku Bupati Purwakarta pada hari Senin, 1 Agustus 2016 lalu. 

"Biasanya anak saya naik sepeda saat pergi sekolah, saat itu saya tidak ada dirumah anak saya mengambil kunci motor lalu membawa motor itu" lanjut Alex yang merupakan orangtua tersangka yang berprofesi sebagai guru juga.

Alex pun mengaku pasrah akan keputusan yang akan diberikan oleh Bupati yang biasanya di panggil Kang Dedi itu, Tetapi dia meminta kepada bupati untuk memberikan solusi atas kejadian ini.

Alex memohon atas kebijaksanaan untuk salah satu sanksi yang diberikan yaitu tentang penoakan FGR untuk bersekolah di Kabupaten Purwakarta mendapatkan kelonggaran. "Saya tidak menolak jika anak saya mendapatkan sanksi akan tetapi saya meminta solusi untuk itu karena anak saya berprestasi di sekolah" lanjutnya.

Dan akhirnya Dedi memustuskan untuk mengeluarkan FGR dari sekolah supaya kejadian ini tidak terulang kembali. " Kita semua menginginkan adanya efek jera" jelas Dedi selesai rapat pertemuan.

Dedi menyadari bahwa selama ini sudah banyak sekali anak yang membawa kendaraan sendiri ke sekolah dengan alasan jarak ke sekolah jauh. Tetapi hal ini tetap tidak boleh dibenarkan karena anak sekolah masih belum cukup umur untuk memiliki SIM.

Agent Judi Online Terpercaya - Dan lagi, untuk sekolah unggulan sudaha ada di setiap daerah sehingga siswa tak perlu lagi membawa kendaraan. Angkot yang sudah ada di seluruh daerah sudah sangat membantu anak sebgai transportasi saat berangkat sekolah.

"Sekolah yang ada di Purwakarta kan masuk jam 6 pagi, hal ini secara tidak langsung sudah mengajarkan anak-anak untuk tidak tidur larut malam dan bangun tepat saat salat Subuh. Untuk orangtua pun mempunyai waktu untu mengantarkan anaknya ke sekolah, karena semua tempat kerja rata-rata masuk jam 7 sampai 8 pagi jadi tidaka akan telat pergi ke kantor." jelasnya.

Post Comment