Latin Brides for Marriage

Thursday, September 8, 2016

Menyelidiki Obat Kedaluwarsa, Polisi eriksa Distributor Hingga Produsen

Menyelidiki Obat Kedaluwarsa, Polisi Periksa Distributor Hingga Produsen
Menyelidiki Obat Kedaluwarsa, Polisi Periksa Distributor Hingga Produsen
Berita Terkini dan Terpercaya by PAGIASIA - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro bersama dengan BPOM merazia 5 apotik yang ada di Pasar Pramuka dan mendapati obat-obat yang kadaluwarsa pada hari Rabu, 7 Sept lalu. Nurjaya Bangsawan selaku Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM mengatakan bahwa lokasi tersebut sebelumnya sudah pernah dirazia.

"Nantinya dari tim gabungan kami bersama dengan Polda akan berusaha mencari mereka pindah kemana, Seperti toko milik Fauzi dan Jojon ini. BPOM pernah melakukan penyelidikan menganai kasus ini dan ternyata mereka masih beroperasi." ujar Nurjaya pada saat di Mapolda Metro Jaya.

Menurut  Nurjaya, BPOM meneruskan penyelidikan secara rutin, bekerja sama dengan Polda Metro Jaya lalu menindaklanjuti PD Pasar Jaya. Sudah terdapat beberapa apotek yang langsung ditutup oleh Dinas Kesehatan karena adanya penemuan obat kadaluwarsa itu.

"Sebagian besar apotek disana ada yang langsung tutup karena yang secara kebetulan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta datang ke lokasi." katanya. Tidak hanya itu, untuk pelaku yang dengan sengaja menjual obat-obatan palsu akan dibawa ke persidangan. 

Hal ini dilakukan untuk membuat para pelaku menjadi jera sehingga mereka bisa berhenti menjual obat-obatan kadaluwarsa ini."Sesuai dengan kesepakatan yang telat dibuat, jika terdapat pelanggaran administrasi akan kami tindaklanjuti kepada pro justitia di Polda." tegasnya. 

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan meneruskan pengembangan terkait penemuan obat-obatan kadaluwarsa yang berada di Pasar Pramuka, Jakarta Timur itu. Polisi juga akan menyelidiki siapa dibalik peredaran obat-obatan kadaluwarsa itu hingga pada tingkat hulunya.


"Nanti kita akan meminta pertanggungjawaban dari distributor dan juga produsen obat-obatan dan kita juga tidak akan membiarkan mereka karena mereka yang harus diminta pertanggungjawaban terkait kasus ini." jelas Fadil Imran selaku Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes pada hari Rabu,7 sept 2016 di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Menurutnya, pemeriksaan kepada distributor dan juga produsen obat harus dilakukan, karena mereka juga mempunyai tanggung jawab untuk mengecek dan juga menarik kembali obat-obatan yang sudah kadaluwarsa itu.

"Pihak-pihak yang bertanggungjawab terkait kasus ini adalah distributor dan juga produsen obat-obatan itu lah yang seharusnya bertanggung jawab saya kira." tegas Fadil

Setelah menemukan ribuan obat-obatan kadaluwarsa di toko 'MG' yang berada di pasar pramuka beberapa waktu yang lalu. Tim Subdit Industri dan Predagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang melakukan razia di beberapa toko obat yang berada di lokasi tersebut siang tadi.

Selain di Pasar Pramuka, polisi bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) juga melakukan razia di sejumlah toko yang berada di Pasar Kramatjati, Jakarta Timur. 

Saat merazia Pasar Pramuka, polisi beserta petugas BPOM memeriksa 4 toko obat yang dimana salah satu toko itu polisi menemukan obat yang sudah kadaluwarsa yang diubah tanggal kadaluwarsa nya itu.

"Lalu kami mengambil tindakan langsung dengan cara mempolice line tempat si pemilik itu." jelas nya. Pada salah satu toko obat lainnya yang berada di Pasar Pramuka, polisi menemukan obat yang diperjualbelikan tanpa etiket/label.

Polisi temukan obat yang sudah kadaluwarsa tetapi tidak di ubah tanggalnya di dua toko lainnya. Sedangkan di Pasar Kramatjati, polisi menyita obat kadaluwarsa yang diganti tanggal kadaluwarsa nya pada salah satu toko obat di sana.

Post Comment