Latin Brides for Marriage

Monday, September 5, 2016

Anak Usia Dini Tumbuh Pintar Jika Dibiarkan Bergerak Bebas Saat Balita

Anak Usia Dini Tumbuh Pintar Jika Dibiarkan Bergerak Bebas Saat Balita
Anak Usia Dini Tumbuh Pintar Jika Dibiarkan Bergerak Bebas Saat Balita
Berita Terkini dan Terpercaya by PAGIASIA - Saking semangatnya anak-anak yang ingin mengenal lingkungannya, seolah tidak membuat seorang balita kehabisan energi saat bermain melompat, berlari kesana kesini, dan penasaran ingin memegang berbagai macam benda di sekitarnya. Namun malah kebanyakan orantua kesal dengan anaknya yang 'tidak bisa diam'.

Kalau anda termasuk orangtua yang sering kali marah dan kesal pada saat anak anda 'tidak bisa diam' mungkin penelitian ini bisa membantu anda memulai mengubah cara pandang anda terhadap anak. Karena pada penelitian ini membahas tentang manfaat yang dapat kita dapat dengan membiarkan sang anak bebas bergerak. 

Yakni Loughborough University yang membuat penelitian bertujuan untuk dapat melihat dampak dari balita yang bebas bergerak terkait perkembangan fisiknya. Menurut penelitian yang di gelar oleh pilot project 'Bergerak untuk Belajar' yang dimana desain program hanya untuk memberi fasilitas kepada anak usia dini supaya dapat aktif bergerak.

Untuk balita yang mengikuti program kegiatan ini diberi kesempatan untuk bisa bebas bergerak untuk dapat meningkatkan keterampilan, motorik halus dan kasar pada anak. Kegiatan yang dilakukan adalah melempar, menangkap, keseimbangan tubuh, mengartikulasikan suara tertentu dan melompat-lompat.

Lalu bagaimana hasilnya ? Menurut pengamatan Miss Gerland yang adalah salah satu guru yang ikut serta dalam penelitian mengajarkan anak-anak agar dpat berbicara membuahkan hasil yang besar dalam program harian tersebut. Beberapa waktu kemudian, anak-anak dapat menangkap bola dengan baik dan berlari -lari dengan stabil. Tidak hanya itu saja, anak-anak juga menjadi lebih mandiri, menjadi lebih baik saat mengikuti suatu intruksi dan mengikuti nya lebih baik saat kerja tim.


"Anak-anak juga menjadi lebih cepat pada saat melepas sepatu dan kaos kakinya, dan anak-anak juga dapat memegang pensil dengan baik, yang dimana hal ini akan berpengaruh pada tulisan mereka."kata Miss Gerland yang diambil dari press release. yang tak disangka oleh Miss Garland adalah kemampuan mereka saat membaca cenderung lebih baik ketimbang anak yang tidak bergerak bebas.

Dalam menanggapi hal ini, Professor Pat Preedy yang merupakan ketua dalam program 'Bergerak untuk Belajar'menjelaskan bahwa pada penelitian ini terbukti terdapat hubungan antara pergerakan anak pada tahun-tahun awal dalam hidupnya dengan berkembangnya dan kemampuan belajarnya. 

Dan lagi dengan aktif bergerak di tahun awal hidupnya, keseimbangan dan juga koordinasi anak akan berkembang dengan baik. Karena itulah perlu dikembangkan lagi untuk kegiatan fisik pada anak sehingga dapat membuat perkembangan emosi dan intelektual pada anak  menjadi leih baik.

Dr Rebecca Duncombe sebagai ketua penelitian dari Loughborough University ini menambahkan bahwa perkembangan fisik pada anak berdampak akan kemampuan anak untuk menyelesaikan kegiatan yang sederhananya yaitu duduk diam, memegang pensil, memakai sepatu sendiri dan juga membaca. Itu semua adalah keterampilan yang sangat penting yang harus dimiliki pada setiap anak di sekolah.

Jadi untuk dapat membuat anak menjadi pintar buakan dengan memaksanya masuk kesekolah formal. Ditambah lagi kalau kegiatan yang ada di sekolah formal dapat membuat kegiatan fisik sang anak menjadi terbatas. Orang tua pun harus teliti saat ingin mendaftarkan anak  ke tempat pendidikan anak. 

Harus dipahami oleh para orangtua bahwa pendidikan untuk anak usia balita adalah dengan bermain. karena itulah harus diperhatikan kurikulum yang diberlakukan untuk sang anak. Pertamanya hanya dua sekolah saja di Inggris yang terlibat dalam penelitian ini, namun sekarang peneliti sudah memperluas pengamatan ini hingga ke 30 sekolah di Inggris.

Post Comment