Latin Brides for Marriage

Wednesday, September 7, 2016

'Anak di Bawah Umur Terlalu Dimanjakan dengan Kendaraan Bermotor'

'Anak di Bawah Umur Terlalu Dimanjakan dengan Kendaraan Bermotor'
'Anak di Bawah Umur Terlalu Dimanjakan dengan Kendaraan Bermotor'
Berita Terkini dan Terpercaya by PAGIASIA - Negara Jepang yang merupakan salah satu negara maju, semua anak dibawah umur diajarkan untuk lebih mandiri. Hal ini sangat berbeda dengan para orangtua di Indonesia, mereka terlalu memanjakan anak-anak mereka yang masih dibawah umur dengan memberikan ijin membawa kendaraan bermotor meskipun tidak semuanya.

Saleha Juliandi yang membuat pernyataan kepada pemerintah yang berisi "MARI DUKUNG !! PENJARAKAN PARA ORANGTUA yang Mengizinkan Anak Dibawah Umur Mengendarai Motor/Mobil" 

karena prihatin akan kondisi generasi muda yang ada di indonesia dengan dimanjakan diberikan mengendarai kendaraan bermotor. Karena pada saat Salena tinggal di Jepang beberapa tahun lalu, anak-anak di dalam negeri itu dididik lebih mandiri dibandingkan disini.

"Waktu dulu saya pernah tinggal di Jepang, selama disana saya melihat anak-anak tidak boleh ke sekolah naik kendaraan. Bahkan anak SMP saja semuanya naik sepeda, tidak ada yang mengendarai motor."jelasnya.

"Jujur saja saya jadi prihatin mengapa generasi di Indonesia sudah dimanja begini, kemana-mana menggunakan motor sendiri dan juga membahayakan orang lain. Sementara di Jepang yang lebih maju saja dari kecil mereka sudah di didik kerja keras."ujar Saleha prihatin.


Salah satu contohnya adalah anak-anak yang di didik untuk menjadi mandiri di Jepang yaitu saat berangkat ke sekolah. Walaupun sekolahnya terbilang sangat jauh, tapi anak-anak disana tidak ada yang diantar dengan menggunakan kendaraan bermotor oleh orangtua mereka.


"Anak saya yang masih SD itu untuk sampai kesekolahnya butuh 40 menit untuk berjalan kaki saat masih tinggal dijepang. Kami tinggalnya di pegunungan jadi harus naik turun, itu tidak boleh diantar naik mobil. Intinya kalau dalam keadaan sehat, harus tetap jalan kaki. Meskipun sedang hujan lebat atau sedang bersalju tebal harus tetap berjalan kaki."katanya menjelaskan.

"Sekolah lah yang menegaskan seperti itu kepada orangtua dan semua orangtua pun mengikuti peraturan itu. Tidak sembunyi-sembunyi untuk mengantar anak tapi memang disana sudah seperti itu jadi sudah seperti itu. Sudah diwajibkan brangkat sekolah tidak boleh diantar orangtua." lanjut Ibu dari 4 anak itu.


Peraturan disana dibuat bertujuan untuk melatih anak agar bekerja keras dan lebih mandiri. Selain itu, peraturan itu dibuat guna mengurangi kemacetan. "Karena jika pagi-pagi kalau mengantar anak ke sekolah pasti akan macet."katanya.

Kalau anak-anak sakit, baru orangtuanya diperbolehkan mengantarnya ke sekolah. Itu saja harus meminta izin terlebih dahulu pada pihak sekolah. "Jika anak itu sakit, agar tidak terlalu lelah, orangtua boleh mengantarnya naik kendaraan." ucap Saleha.

Post Comment