Latin Brides for Marriage

Monday, September 26, 2016

Ada Gurita Raksasa di Rooftop Bangunan Komunitas Salihara

Ada Gurita Raksasa di Rooftop Bangunan Komunitas Salihara
Ada Gurita Raksasa di Rooftop Bangunan Komunitas Salihara
Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Nus Salomo yang merupakan seorang Perupa berasal dari medan ini kaget melihat karya seni yang dia buat tidak lagi tegak berdiri karena diserang angin dan juga hujan deras pada hari Sabtu, 24 September akhir minggu lalu. 

Situs Agent Berita Bola Resmi - Kepala Gurita raksasa yang ditempatkan diatas rooftop di salah satu bangunan Komunitas Salihara terlihat sedikit rebah. "Patungnya terkena badai,"kata Nus Salomo saat ditemui di sela-sela media tur 'Di Ruang Terbuka Salihara'.

Agen Judi online Indonesia - Padahal karya yang berjudul 'Gurita Salihara' ini sudah menjadi latar untuk panggung pertunjukkan musik bersama dengan Floa di atas rooftop Salihara. Band yang dipimpin oleh Hotma 'Meng' Roni Simamora ini sudah memeriahkan banyak acara yang bertema 'Before SIPFest' dan juga mengajak kawula muda agar menonton semua pertunjukkan tingkat international yang sudah dibuka 1 Oktober yang akan datang.

Nus juga menceritakan bahwa patungnya itu berbahan dasar bambu untuk karya seninya itu. Karena bambu diketahui sangat ramah lingkungan dan sangat mudah diurai oleh alam. "Saya menggunakan bambu dari Sukabumi. Mengapa saya menggunakan bambu ? Karena terdapat 160 lebih macam-macam bambu yang ada di Indonesia dan sekitar 50 jenis yang ada di Sukabumi."katanya.

"Saya juga bekerjasama dengan pengrajin yang ada di Sukabumi," lanjut seniman yang pernah bergabung dengan dunia industri hiburan Hollywood sebagai concept artist, character/action figure designer dan pematung. 


"Saya sendiri senang memakai bahan material bambu, karena sangat mudah untuk dibentuk dengan gaya arsitektur lainnya,"sambungnya. Nama 'Gurita Salihara' ini juga diambil oleh Nus karena peran Komunitas Salihara ini pun di bidang seni pertunjukkan. "Tangan gurita itu kan banyak jadi diharapkan perannya pun banyak nantinya."ungkap Nus.

Asikin Hasan sebagai Kurator seni rupa Salihara ini pun juga ikut menambahkan karya seni yang berada diruang terbuka, sering terjadi masalah. Bukan hanya untuk faktor estetika saja yang perlu dipikirkan tetapi juga berhubungan dengan kendala cuacanya juga.

"Yang jadi masalah nya di ruang terbuka yang sekarang ini menimpa Nus yaitu angin. Kebanyakan karya Nus memang berukuran besar dan raksasa, tetapi kalau sudah berhubungan dengan alam, kita tidak pernah bisa memprediksinya."ujar Asikin.

Nus tidak hanya membuat patung atau seni Instalasi, tetapi dia juga membuat lukisan, lukisan digital, video, teknologi serta ilmu pengetahuan juga sering dijadikan alat bantunya untuk berkarya. Pameran tunggal yang terakhirnya yaitu "Deus ex Machina", Ark Galerie, Jakarta pada Tahun 2009, "Nus the Cybernaut", O House Gallery, Jakarta di Tahun 2008, dan "The Post-Human", Galeri Lontar, Jakarta di Tahun 2006. 

Nus pun sudah menjadi salah satu dari keempat perupa yang memperlihatkan perupa nya dengan berkarya site-project. Mereka juga diminta oleh Dewan Kurator Salihara untuk membuat karya tanpa dibataskan tema dan merespons pada ruang terbuka di Komunitas Salihara. 'Gurita Salihata' ini masih dapat kita lihat sampai 6 November mendatang.

Post Comment