Latin Brides for Marriage

Monday, August 22, 2016

Inilah Bahaya Pestisida Bagi Kesehatan Lingkungan

Inilah Bahaya Pestisida Bagi Kesehatan Lingkungan
Inilah Bahaya Pestisida Bagi Kesehatan Lingkungan

pestisida biasa digunakan untuk membunuh hama atau ulat yang menganggu tanaman. Namun, perlu kita diketahui bahwa sisa pestisida atau residu yang ditinggalkan dapat pula memengaruhi kualitas lingkungan serkitar nya.

nah, kualitas lingkungan  menjadi salah satu faktor dalam kesuburan tanaman tertentu. seperti obat gambir, memilih tanah merupakan salah satu faktor yang sangat dipertimbangkan sebelum gambir ditanam. Dr.Otih Rositianam M.Sc dari Kementrian Pertanian, mengatakan bahwa riwayat tanah yang akan digunakan sangat memengaruhi perkembangan tanaman gambir tersebut.

"lahan yang pernah digunakan pestisida sebelumnya tidak bisa digunakan untuk menanam gambir karena ada sisa residu yang jatuh ketanah tersebut."kata Dr Otih Rositianam M.Sc.pada seminar ilmiah dan workshop mengenai ilmiah tanaman obat gambir di Gedung Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta.

Otih menambahkan bahwa pestisida dapat memengaruhi kualitas tanah dan dapat meningkatkan risiko  penurunan kualitas air pada pengairan dalam tanah yang berdampak pada tumbuhan yang ditanam di tanah tersebut.dan diingatkan kembali oleh Otih bahwa pestisida tidak mengakibatkan masalah selama digunakan dalam batas yang ditentukan , pada pemakaian pestisida yang berbeda kandungan bahan aktif dari pestisida akan hilang setelah pembersihan sekian lama."terang otih.

seperti yang telah dilansir oleh Global Healing Center, walaupun pestisida digunakan dalam batas aman, tetap saja ada dampak yang terjadi. Misalnya saja risiko yang dapat terjadi yaitu gangguan pernapasan, iritasi kulit, gangguan otak/darah, kerusakan ginjal/liver,kanker,sampai kematian.

Dikutip dari extoxnet.orst.edu, tanaman apa saja bisa menyerap pestisida yang digunakan sebelumnya pada tanaman tapi ini hanya berlaku pada beberapa tanaman di mana pestisida yang disebut pestisida sistemik diambil oleh tanaman lalu dialirkan ke bagian lain untuk mengendalikan hama. Sementara, pada pestisida non sistemik, risiko terserap oleh tanaman yang lebih rendah.

Secara umum, telah disebutkan pula bahwa pestisida tidak terkonsentrasi pada buah atau sayuran saja. Tetapi, residu pestisida organoklorin seperti dieldrin, dan chlordane yang sudah jarang digunakan bisa terkonsentrasi di benih tanaman. Meski konsentrasinya cukup rendah namun jika masuk ke dalam biji, sebaiknya sebisa mungkin paparan pestisida tersebut dihindari.

Nah, tanaman dari lahan akan terpapar residu pestisida, jika dikonsumsi manusia akan menimbulkan dampak tertentu. Seperti yang telah dilansir Reuters, studi dari Harvard University yang dipublikasi dalam jurnal Human reproduction mengungkapkan bahwa pada pria dengan tingkat konsumsi 1,5 porsi produk residu pestisida tinggi, spermanya bisa berkurang hampir setengah.

"Sperma normal yang terdapat hanya sekitar dua pertiga dari rata-rata pria umumnya. Tapi ini bukan berarti kesuburannya menjadi berkurang. Kami akan terus melanjutkan penelitian ini untuk mencari tahu seberapa jauh efek pada kualitas air mani ini akan berdampak pada kesuburan atau tidak," ujar peneliti senior, Jorge Chavarro.

Post Comment