Latin Brides for Marriage

Monday, August 29, 2016

Bosch: Saatnya Motor di Indonesia Pakai Rem ABS

Bosch Saatnya Motor di Indonesia Pakai Rem ABS
Bosch: Saatnya Motor di Indonesia Pakai Rem ABS

Kebanyakan motor-motor di Indonesia masih memakai rem biasa dan belum menggunakan rem Antilock Brake System (ABS). motor yang menggunakan rem Antilock Brake System (ABS) ini kebanyakan hanya terdapat pada motor high premium saja.

"Kami masih dalam proses untuk mengintensifkan rem ABS ini, karena di indonesia masi terlalu sedikit, hampir tidak ada hanya 90% motor yang beredar motor bebek, blm memakai ABS" jelas Griselda Iwandi selaku Marketing Manager Bosch Automotive Aftermarket, Indonesia.

Motor yang ada rem ABS ini lebih aman untuk dipakai karena motor bisa kita kendalikan berkat roda yang tidak terkunci walaupun rem sudah kita tarik habis. Sebagai produsen Bosch sekarang ini sedang melakukan pendekatan kepada pemerintah dan juga pabrikan untuk membahas pentingnya penggunaan rem ABS ini.

"Untuk dimobil saja selama 10 tahun lalu kita masi belum mengetahuinya, sekarang ini rem ABS sudah menjadi fitur keamanan dimanapun, motor belum." katanya. Padahal sekarang ini di negara tetangga penggunaan rem ABS ini sudah termasuk standar, Negara India pun sudah mensyaratkan penggunaan rem ABS pada motor. 

"Mengapa negara kita ketinggalan ? sedangkan untuk pasar motor di negara kita cukup besar, tetapi negara tetangga yang mendahului kita." tanyanya. Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya mengenai sistem ABS (Anti-Lock Braking System). Sistem ini sangat membantu pengemudi untuk mengendalikan kendaraannya  saat mengerem di jalanan yang licin.

Dengan mengatur roda untuk tidak terkunci, sistem ini bekerja hanya menggunakan sensor yang sudah terpasang pada roda. sensor ini berfungsi untuk mendekteksi jika roda terhenti saat sedang melaju. agar tekanan oli rem dapat dikurangi maka sensor akan diolah oleh komputer. semua tahap ini dilakukan hanya dalam kurung waktu hanya beberapa detik saja dan dilakukan secara berulang-ulang.

Selain untuk mencegar agar roda nya tidak tergelincir, ABS juga bisa untuk mengurangi jarak pengereman. Intinya, semakin berkurangnya traksi ban yang berakibat terjadinya tergelincir maka untuk jarak pengereman pun akan semakin jauh.

Namun nyatanya terdapat dua kerugian yang bisa dialami oleh pemilik sepeda motor yang sudah dilengkapi dengan rem ABS ini yaitu saat digunakan di jalan yang banyak batunya atau yang tertutup oleh es maka jarak untuk mengerem nya juga akan semakin panjang. Hal ini dikarenakan besarnya traksi ban terhadap kerikil atau es berbeda hal nya dengan aspal.

Menurut pengamatan yang dilakukan badan keselamatan jalan raya Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA)sekitar 27%  penambahan jarak antara kerikil dengan sistem ABS ini. dampak negatif yang akan berhubungan dengan aksi freestyle yang dilakukan diatas motor. salah satu aksi yang terkenal biasa disebut sebagai stoppie dengan mengerem secara mendadak sampai roda bagian belakang motor terangkat.

Hanya bertumpu pada satu roda depan. terkadang aksi pengendara motor dengan mengubah arah motor dengan memindahkan bobot kiri ke kanan, jika aksi ini dilakaukan kepada motor dengan rem ABS ban depan akan terus berputar-putar sedangkan ban belakang tidak akan terangkat. Secara umum, sistem ini hanya dipasang pada roda depan karena posisi ini yang peling menentukan kestabilan motor.

Post Comment