Alissa Wahid: 92% Rakyat Terima Hasil Dari Pemilu

Jakarta – Putri Presiden  keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid menanggapi ajakan dari  wakil ketua umum partai Gerindra, Arief Pouyono agar rakyat tidak bayar pajak sebagai bentuk atas hasil pemilu tahun 2019.

Menurutnya, ajakan itu sulit sekali di realisasikan, sebab, sebagian besar rakyat Indonesia menerima hasil pemilu. Sementara yang menolak hanya segelintir orang.

Menurutnya pun saya itu ajakan yang tidak bisa di realisasikan juga, kalau tidak bayar pajak terus mau apa? Modalnya apa? Wong 92% masyarakat menerima kok hasil pemilu, ucap kata Alissa di rumah Megawati Soekarno Putri, pada Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/05/2019).

Menurut Alissa, penolakam hasil dari pemilu hanya terjadi di kalangan elite politik saja, itu pun yang di permasalahkan adalah hasil pilpres. Sementara hasil pileg, sampai saat ini pun tidak ada di persoalkan.

Apapun pilihan mereka pada saat pilpres kemarin, 92% riset menyatakan mereka menerima hasil pemilu. Jadi ini persoalannya di elite politik. Tapi parpol ternyata tidak begitu terpolarisasi. Jadi siapa nih? Ucap dia.

Oleh sebab itu, Alissa mengajak masyarakat agar mempercayai mekanisme pemilu yang telah di atur dalam undang-undang. Apabila ada pihak yang menolak, di persilakan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Jadi warga masyarakat tentu lebih baik kita percaya saja kepada saluran dan mekanisme yang resmi dari pemerintah, sudah ada jalannya kok. Masyarakat tidak perlu untuk ikut terganggu dengan sentimen-sentimen yang ada. Ini sekadar perjalanan kita saja. Setelahnya ini kita punya pemimpin yang secara definitive terpilih, sudah tidak bingung lagi siapa presidennya, pengkasnya.

Bertemu Megawati

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud Md bersama sejumlah tokoh lain yang tergabung dalam gerakan suluh kebangsaan menemui presiden kelima RI Megawati Soekarno Putri.

Sebelumnya, gerakan Suluh kebangsaan bertemu Presiden ketiga RI BJ Habibie dan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Mahfud Md menyampaikan, paa tokoh dalam gerakan ini tidak hanya bertemu dengan mantan presiden, tapi juga para ulama di sejumlah daerah. Puncaknya, para tokoh berencana untuk menemui presiden RI terpilih.

Ini adalah dari gerakan Suluh kebangsaan. Kita sudah berkeliling ke semua presiden. SBY sudah, Habibie sudah. Sekarang ke bu Megawati. Tentu saja nantinya dalam rangka pemilu ini juga puncaknya ke presiden, jelas Mahfud di kediaman Megawati, jalan Teuku Umar, Menteng, pada Jakarta Pusat, Jumat (17/05/2019).

Tujuan menyambangi mantan pimpinan negara ini adalah untuk mengajak para tokoh yang terlibat dalam rangka upaya rekonsilasi pasca pemilu tahun 2019. Dalam kunjungan kali ini, hadir juga Franz Magnis Suseono, Alissa Wahid, dan sejumlah tokoh lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here