Latin Brides for Marriage

Klik To Full Movie

Nonton Film Kesayangan Anda di www.nontondong.com

BERITA TERKINI

MENGULAS TENTANG BERITA TERBARU DAN TERHANGAT

BERITA OLAHRAGA

MENGULAS TENTANG DUNIA OLAHRAGA DAN KESEHATAN

BERITA OTOMOTIF

MENGULAS TENTANG BERITA OTOMOTIF TERBARU

INFO TRAVEL DAN KULINER

MENYAJIKAN BERBAGAI INFO MENARIK TRAVEL DAN ANEKA KULINER

Saturday, July 21, 2018

Baru 5 Bulan Menjabat, Kalapas Sukamiskin Peroleh 2 Mobil Mewah


លទ្ធផល​រូបភាព​សម្រាប់ Wakil Ketua KPK Laode M Syarief dan SautJakarta, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung, Wahid Husein, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penerimaan suap, terkait transaksi jual beli sel mewah dan pemberian izin luar biasa terhadap narapidana.

Penangkapan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein membuat Wakil Ketua KPK Laode M Syarief prihatin. Sebab, Wahid baru menjabat lima bulan tapi sudah memiliki dua unit mobil mewah.

Yang bikin kesal kami adalah Kalapasnya baru bulan Maret menjabat, sudah 2 mobil yang dia dapat, ujar Laode saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7/2018).

Laode mengatakan, tarif sel mewah diterima Wahid melalui stafnya bernama Hendry Saputra. Sementara bagi narapidana yang ingin mendapat fasilitas mewah di selnya, melalui perantara bernama Andri Rahmat, narapidana pidana umum.

Dalam kasus ini, baru terkuak Fahmi Darmawansyah, narapidana pemberi suap pengadaan alat satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla), yang ketahuan memberi suap kepada Kalapas Sukamiskin agar memperoleh sel layaknya di rumah. Hal itu diketahui saat tim penyidik KPK menemukan uang Rp 139.300.000 dan catatan sumber uang saat menggeledah sel Fahmi, Sabtu (21/7/2018) dini hari.

Ditemukan Uang dan 2 Mobil

Di kediaman Wahid tim mengamankan uang Rp 20.505.000 dan USD 1.410, serta dua unit mobil. Kemudian di kediaman staf Wahid, Hendry, KPK menyita uang Rp 27.255.000.

Wahid ditangkap bersama stafnya, Hendry Saputra. KPK juga mengamankan narapidana yang menjadi penghubung Fahmi Darmawansyah, Andri Rahmat. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus suap.

Sebagai penerima, Wahid dan Hendry disangkakan telah melanggar Pasal 12 a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi dan atau Pasal 12 B Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Fahmi dan Andri sebagai pemberi suap, disangkakan telah melanggar Pasal 5 Ayat 1 a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Friday, July 20, 2018

Selain Kalapas, KPK Juga Tangkap Artis Cantik Inneke Koesherawati


[Bintang] Inneke KoesherawatiJakarta, Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan menangkap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen pada Jumat (20/7/2018) malam. Selain menangkap Wahid, tim KPK juga turut mengamankan lima orang pihak lain. Mereka antara lain terpidana kasus korupsi proyek satelit monitoring di Bakamla, Fahmi Darmawansyah. Selain itu adapula Hendri (driver), Andri (Napi Tipikor tamping Fahmmi), dan Dian Anggraini.

Tak hanya itu, tim juga turut mengamankan artis cantik Inneke Koesherawati. Ya, Inneke juga diamankan, tutur sumber JawaPos.com Sabtu (21/7).

Hal senada juga dibenarkan beberapa sumber JawaPos.com lain. "IK masih diperiksa," tutur sumber JawaPos.com. Inneke, kata sumber tersebut, diduga turut mengetahui adanya OTT yang dilakukan KPK terhadap Fahmi, suaminya."Dia diduga sebagai pemberi," ungkap sumber tersebut.

Sebagai informasi, KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Dalam operasi senyap yang dilakukan pada Jumat (20/7) malam hingga Sabtu (21/7) dini hari, tim berhasil menciduk Kalapas Sukamiskin Wahid Husen.

Benar Kalapas Sukamiskin (di OTT), kata sumber JawaPos.com di KPK, Sabtu (21/7) pagi. Hal senada juga dibenarkan sumber JawaPos.com lain. Sudah di dalam (Gedung KPK) Kalapasnya, imbuh sumber tersebut.

Selain menangkap Kalapas, dalam operasi kedap tersebut, tim juga berhasil mengamankan beberapa pihak lain yang diduga turut serta dan mengetahui ihwal adanya perkara dugaan suap menyuap tersebut. "Ada driver-nya H, ada F, dan A," papar sumber tersebut.

Terkait adanya OTT Ini, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief telah membenarkanya. Namun, dia enggan merinci siapa saja pihak yang diamankan dan terkait kasus apa, sehingga Kalapas Sukamiskin dan beberapa pihak lain diamankan anggotanya.

Betul, ada kegiatan KPK di Lapas Sukamiskin, kata Laode kepada wartawan.

Saat ini, para pihak yang tengah diamankan tengah digiring ke markas antirasuah guna menjalani pemeriksaan intensif dalam waktu 1x24 jam, sebelum ditentukan status hukumnya.Terpisah, dikonfirmasi perihal adanya OTT ini, juru bicara KPK Febri Diansyah membenarkannya." Ya benar, ada kegiatan di Labuhan Batu dan Jakarta, sekitar lima orang diamankan," kata Febri.

Wednesday, July 18, 2018

Lucky Hakim: Saya Masuk Nasdem Bukan Karena Dibajak


Hasil gambar untuk lucky hakimJakarta, Beredar gambar tangkapan layar percakapan Aktor Lucky Hakim di grup Whatsapp internal Partai Amanat Nasional (PAN) mengenai curhatan yang mengatasnamakan dirinya sebelum pindah ke Partai NasDem.

Dalam grup tersebut Lucky mengaku telah menerima uang kontan Rp 5 miliar dari partai besutan Surya Paloh tersebut. Namun keberadaan screen shot tersebut langsung dibantah oleh Lucky. Menurutnya, semua pihak bisa memanipulatif screen shot semacam itu.

Saya rasa semua orang bisa membuat screenshot. Dan saya menyatakan itu tidak benar, kata Lucky hakim melalui pesan singkat, Rabu, 18 Juli 2018.

Dia menegaskan, kepindahannya ke Partai Nasdem bukan karena diiming-iming uang miliaran. Melainkan, karena ada masalah internal yang ia alami bersama PAN.

Saya keluar dari PAN karena memang sudah ada sederetan panjang permasalahan di internal dan saya masuk Nasdem bukan karena bajak-membajak, ujar dia.

Lucky mengaku heran dengan sikap PAN yang selalu berusaha mengganggunya yang telah menjadi bakal calon legislatif (Bacaleg) Nasdem.

Meski begitu, dia belum bisa memutuskan apakah akan mengajukan laporan ke pihak berwajib terkait tudingan penerimaan dana tersebut.

Sebenarnya saya udah move on dari PAN. Dan saya malah heran kenapa saya masih aja dikelitikin terus-menerus. Apakah PAN belum ikhlas melepas kepergian saya?, tutup dia.

Terima Bantuan Logistik

Diketahui, artis sekaligus politikus Lucky Hakim mengungkapkan alasan pindah dari PAN ke Partai NasDem.

Dia mengaku alasan utamanya pindah ke Nasdem karena ada upaya menggesernya dari kursi anggota DPR. Pengakuan tersebut disampaikan Lucky ke grup whatsapp pengurus DPP PAN.

Di percakapan itu, Lucky mengakui menerima uang Rp 5 miliar dan bantuan logistik untuk maju menjadi calon legislatif dari NasDem. Tapi dia membantah alasan utama pindah karena tergiur uang.

Bertemu Prabowo, Puan Maharani: Bahas Pilpres hingga Asian Games


លទ្ធផល​រូបភាព​សម្រាប់ Puan MaharaniJakarta, Ketua DPP nonaktif PDIP bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani mengungkap isi pertemuannya dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada Selasa 17 Juli 2018. Dia menyebut, mereka membahas beberapa hal seperti Asian Games 2018 hingga Pileg dan Pilpres 2019.

Jadi banyak dari urusan makanan, naik kuda, Asian Games, bangsa, bagaimana ke depan ini, Pileg, Pilpres, kemudian gimana supaya Indonesia ini tetap punya nama kehormatan dihargai dunia internasional, kata Puan usai menghadiri Torch Relay atau kirab obor Asian Games 2018 di Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (18/7/2018).

Khusus soal Pilpres, keduanya menyoroti nama-nama calon wakil presiden yang cocok untuk mendampingi Joko Widodo atau Prabowo. Namun, Puan tidak menjelaskan lebih detail nama-nama figur cawapres yang dimaksud.

Kalau lihat di TV, media, pastinya teman-teman media lebih tahu dari saya. Kalau yang dilihat itu-itu saja kan namanya saat ini, ujar Puan Maharani.

Kami bicara di tempat kami PDI Perjuangan, nama Kak Prabowo bisa merujuk (jadi cawapres Jokowi) juga ya, sambung Puan.

Mengenai apakah PDIP meminta Prabowo menjadi cawapres Jokowi, Puan enggan menjawab. "Ini kan satu hal yang berbeda. Urusan capres Presiden Jokowi atau capres Prabowo beda, dan saya ada di tengah-tengahnya," jelas dia.

Puan menambahkan, pertemuannya dengan Prabowo berlangsung hangat. Dia menyebut, Prabowo seperti keluarga sendiri. "Saya kenal Prabowo lama, kenal baik, sudah seperti kakak saya, seperti keluarga saya," kata dia.

Masalah Ringan hingga Berat

Sebelumnya, Prabowo menjelaskan pertemuannya dengan Puan Maharani membahas hal ringan sampai setengah berat. Di antaranya soal solidaritas anak muda bangsa.

Kita bicara persaudaraan, kita bicara hubungan baik. Kita sepakat apapun kita adalah anak-anak bangsa, bertanggungjawab atas NKRI yang utuh solid, kalau ada perbedaan kita sikapi dengan baik, kalau hal-hal yang kita tidak setuju kita kritisi, jelas Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus ini menuturkan, pertemuan tersebut penting untuk saling mengingatkan bila sesama anak bangsa punya kesalahan. Ini juga untuk mengingatkan sifat bangsa Indonesia supaya tidak sungkan menegur sahabat jika melakukan kesalahan.

Sudah lama kita rencana bertemu. Jadi prinsipnya kita ingin menjalin persahabatan kekeluargaan, semua anak bangsa ingin yang terbaik, tapi di antara saudara kan juga harus saling menegur, mengingatkan, ujarnya.

Kadang-kadang bangsa kita ini inginnya baik terus. Jadi kadang-kadang sungkan untuk menegur keluarga, saudara, sahabat yang mungkin salah jalan. Itu alamiah, itu sifat budaya kita. Saya pun kadang-kadang juga harus diingatkan sama sahabat, tambah Prabowo.

Monday, July 16, 2018

Jajaki Koalisi, Prabowo akan Kunjungi kediaman SBY Besok


Hasil gambar untuk Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ketum GerindaJakarta,  Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan bertemu Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Keduanya berencana membahas rencana koalisi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Pertemuan akan berlangsung di kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Rabu 18 Juli 2018 sore.

Di Kuningan tetap (lokasi pertemuan). Rencana sore dan sekarang saya belum konfirmasi jam berapa. Tapi sore rencananya, di atas jam 15.00, kata Ketua DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, Selasa (17/7/2018).

Dalam pertemuan ini, SBY rencananya bakal didampingi pengurus DPP Partai Demokrat. Kemungkinan akan ada pembicaraan empat mata antara kedua pimpinan parpol ini.

Kalau membicarakan hal-hal spesifik bisa saja duduk di pojok berdua tapi pasti hasilnya akan disampaikan saat jumpa pers, jelasnya.

Ferdinand belum bisa memastikan apakah pertemuan ini akan menghasilkan kesepakatan koalisi dan keputusan Demokrat bergabung dengan Gerindra mendukung Prabowo sebagai calon presiden.

Berniat Bangun Koalisi

Kesekapatan akan dicapai setelah terjadi pembicaraan kedua belah pihak. Namun memang kedua ketua umum parpol ini sama-sama berniat untuk membangun koalisi.

Pembicaraan kedua ketua umum belum terlaksana tapi niatnya baik untuk koalisi. Tentu alasannya bagaimana kedua partai bakal berkoalisi terutama dalam capres dan cawapres nanti. Sekarang kita baru berharap pertemuan besok berlangsung dengan baik, jelasnya.

Jadi kita tunggu besok dan peetemuan ini dirancang untuk persamaan tujuan. Apakah koalisi terwujud, tergantung pembicaraan besok, lanjutnya.

Pertemuan SBY dengan Prabowo besok merupakan tindak lanjut pertemuan Ketua Harian Partai Demokrat, Syarief Hasan pada Kamis (5 Juli 2018) lalu. Pada pertemuan yang berlangsung di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Syarief Hasan diutus SBY bertemu Prabowo untuk membahas Pilpres 2019.



Sunday, July 15, 2018

Masuk Bursa Cawapres Jokowi, TGB: Banyak Tokoh yang Lebih Senior


TGBJakarta, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku nama Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi (TGB), masuk dalam daftar bakal calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya maju Pilpres 2018.

TGB mengatakan, hal itu hak prerogatif dari Jokowi.

Ya wallahualam. Itu kan prerogatif beliau ya. Tapi banyak tokoh yang lebih senior, yang lebih mumpuni dari saya, kata TGB di Kampus ABN Nasdem, Jakarta, Senin (16/7/2018).

Dia menegaskan, siap atau tidak siap menjadi cawapres Jokowi, itu bisa dijawab jika sudah ada kejelasan.

Jawaban itu kan kalau sudah ada sesuatu yang jelas, tapi yang jelas banyak tokoh bangsa yang lebih hebat-hebat. Bersama saya ada Pak Mahfud, banyak. Ada Pak Airlangga juga, ungkap TGB.

Namun, dia menuturkan, semuanya patut disyukuri. Apalagi itu, masuk sebagai kandidat cawapres Jokowi merupakan hal yang baik.

Semua yang baik disyukuri saja, semua yang baik disyukuri, kata TGB.

Bahkan, TGB sempat menemui Jokowi di acara Akademi Bela Negara (ABN) Nasdem. Enggak ada pembicaraan khusus (dengan Jokowi) biasa. Ya beliau sudah agak lama enggak ketemu, jadi menyampaikan mungkin mau ke NTB. Ya kunker pasti, ucap TGB.



Saturday, July 14, 2018

Ketua PBNU Masuk Bursa Cawapres Jokowi, Ini Respons PPP


រូបភាពពាក់ព័ន្ធJakarta, Nama Said Aqil Siraj masuk dalam bursa survei calon wakil presiden 2019. Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) tersebut juga masuk nominasi cawapres yang akan mendampingi Jokowi.

Menanggapi itu, Wasekjen DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan pihaknya tak fokus pada nama nama yang muncul di publik sebagai cawapres Jokowi termasuk Said Aqil. Tugas PPP hanya menyarankan kriteria yang cocok dan menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi.

PPP itu dari awal tidak mau terjebak pada nama, kami hanya menyampaikan kriteria kepada pak Jokowi, soal nama itu silakan saja beliau yang tentukan, tentu saja dengan sejumlah konsekuensi konsekuensi, katanya saat dihubungi, Minggu (14/7/2018).

Nantinya, kata dia, Jokowi bakal menyampaikan sendiri kepada partai pendukungnya. PPP sendiri tidak protes atau memberi saran jika Jokowi telah menentukan pendampingnya.

Enggaklah (memberi saran ke Jokowi), kan sudah komit dari awal, bahwa itu sudah disampaikan pak Jokowi, kriteria pak Jokowi yang memilih kan nyamannya dengan siapa, ujar dia.

Partai pimpinan Romahurmuziy ini juga tak mempersoalkan bila mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut memilih cawapres dengan latar belakang tokoh agama, militer, profesional maupun partai politik. Pilihan yang Jokowi pilih baginya sudah final dan PPP siap dukung.

Kalau PPP begitu (siap dukung),saya kira dengan komitmen yang sama cawapres diserahkan kepada pak Jokowi itu tergantung pak Jokowinya, tandas Baidowi.

Survei SMRC

Dalam survei cawapres Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) nama Said Aqil masuk posisi teratas bersama Mahfud MD dan Sri Mulyani. Survei itu memiliki responden elite, pembuat opini atau opinion leader dan media massa pemilih nasional.

Penilaian survei berdasarkan penilaian kapabilitas, integritas, empati, akseptabilitas, kontinuitas.

Mahfud MD di posisi pertama (7,2), Sri Mulyani di posisi kedua (7), Said Aqil menempati posisi ketiga dengan skor 6,3, lalu Airlangga Hartarto di posisi keempat (6,1) dan Zainul Majdi (6,1).

Said Aqil pun mengatakan sampai saat ini belum ada partai politik yang berusaha meminang dirinya jadi cawapres.

(Belum. Belum ada), kata Said Aqil ditemui usai acara Halal Bihalal PP Muslimat NU di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (8/7).

Dia juga menampik jika PBNU telah memberikan dukungan terhadap Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai Cawapres Jokowi. Dia menyebut hal itu untuk mendoakan saja.

Sebenarnya bukan dukung. Bukan. Cak Imin datang. Kita merestui dan mendoakan saja bahasanya. Mendoakan berhasil, ucap dia.



Demokrat Tawarkan AHY Jadi Cawapres dengan Paket 3 in 1


Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjoget di atas panggungJakarta,  Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari mengatakan, partainya menawarkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden dengan paket 3 in 1. Untuk itu, Demokrat membuka opsi mendukung Joko Widodo, Prabowo Subianto atau membuat poros alternatif di Pilpres 2019.

Jadi three in one ini lah yang kami tawarkan berkoalisi untuk partai koalisi yang ada. Jadi kami melihat potensi Partai Demokrat sudah jadi game changer di peta koalisi, kata Imelda di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (14/7/2018).

Imelda mengklaim AHY menjadi salah satu figur yang bisa menarik suara pemilih muda di Pilpres 2019. Suara pemilih muda cukup potensial, karena jumlahnya mencapai 40 persen dari seluruh total pemilih.

Ada 40 persen pemilih pemula, tentu ini salah satu yang menjadi basis pemikiran kami mencalonkan Mas Agus Harimurti Yudhoyono, dan itu juga menjadi salah satu yang kami tawarkan untuk cawapres, terangnya.

Alasan lainnya, Demokrat memiliki Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tak lain adalah ayah AHY. Rekam jejak SBY menjadi Presiden RI dua periode plus pengalaman di dunia politik, bisa menjadi daya tawar.

Elektabilitas Tinggi

Selain itu, lanjut Imelda, dari beberapa hasil survei, AHY layak menjadi cawapres karena memiliki elektabilitas tinggi.

Kami punya anak muda Mas AHY yang punya market sendiri (pemilih), yang kalau dari survei-survei cukup tinggi, ungkapnya.

Demi bisa mengusung AHY, Partai Demokrat terus melakukan komunikasi politik dengan kubu Jokowi dan Prabowo. Serta, membuka peluang poros baru dengan mengajak partai lain untuk bergabung.

Tiga opsi itu sudah ditentukan dalam sidang Majelis Tinggi, sebuah kontrak politik dalam menentukan capres atau cawapres. Dan di situ ideologi tentu Pancasila basisnya, kedua kesejahteraan rakyat, calon presiden itu pro rakyat dan juga peduli rakyat miskin dan kecil. kemudian ketiga hukum dan keadilan tak tebang pilih, tandas Imelda.

Thursday, July 12, 2018

PKB Optimistis Duet Jokowi-Cak Imin Terwujud


Gambar terkaitJakarta,  Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendeklarasikan duet JOIN (Jokowi-Cak Imin) sebagai pasangan capres cawapres yang akan diusung pada Pilpres 2019. Bahkan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin telah lama mendeklarasikan diri sebagai cawapres Jokowi.

Mendekati jadwal pendaftaran capres-cawapres yang akan dibuka KPU pada 4 Agustus 2018, PKB tetap optimis paket JOIN bakal terwujud. PKB juga mengklaim Cak Imin menjadi cawapres prioritas dari lima nama yang telah dikantongi Jokowi.

Optimistis (JOIN terwujud), tegas Wakil Sekjen PKB Daniel Johan, Jumat (13/7/2018).

PKB sampai saat ini belum secara resmi memutuskan arah koalisi. Namun Daniel mengatakan paket JOIN adalah bentuk pernyataan dukungan PKB kepada kubu koalisi Jokowi. Sementara keputusan resmi melalui forum rakernas bisa menyusul.

JOIN itu kan sudah resmi. Itu (rakernas) nanti menyusul, ujarnya. Rakernas rencananya akan dilaksanakan awal Agustus mendatang.

Jokowi Kantongi  5 Cawapres

Daniel meyakini, nama Cak Imin ada di antara lima cawapres yang dikerucutkan untuk mendampingi Jokowi. Bahkan lebih jauh mengklaim Cak Imin merupakan cawapres prioritas.

Yang saya dengar Cak Imin menjadi cawapres prioritas. Dan saat ini Cak Imin intensif bertemu Pak Jokowi, membahas berbagai hal tentang kenegaraan, visi Indonesia ke depan, termasuk cawapres, jelasnya.

Daniel menambahkan, Jokowi akan mengumunkan cawapres setelah bertemu dengan pimpinan parpol koalisi. Nanti setelah Pak Jokowi rapat dengan seluruh koalisi,  Ucapnya.



Demokrat: Pertemuan SBY-Airlangga Sempat Bahas Skenario Cawapres Jokowi

Gambar terkaitJakarta,  Sekretaris Jenderal (sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan membeberkan pembicaraan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Selasa lalu. Menurutnya, dua petinggi partai itu sempat membicarakan skenario jika Airlangga tak dipilih Jokowi sebagai cawapres.

Diskusi-diskusi tentang itu (skenario tak jadi cawapres Jokowi) sangat terbuka kemarin untuk melihat perkembangan yang ada, kata Hinca di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Dia menuturkan, dalam pertemuan itu keduanya saling bertukar informasi. Namun, sampai saat ini ia menilai Golkar maupun Airlangga masih memiliki semangat untuk menjadi bagian dari koalisi Jokowi.

Dan saya kira Golkar masih bersemangat bahwa dia bagian dari itu (koalisi Jokowi). Begitu juga partai-partai lain yang berkoalisi di situ. Sehingga kami bertukar informasi, ungkap Hinca.

Anggota Komisi III DPR ini juga membenarkan Airlangga sempat mengajak Demokrat untuk bergabung dengan koalisi Jokowi. Namun, kata dia, dari pertemuan itu belum ada suatu keputusan. Mereka hanya menjadwalkan pertemuan lagi jelang pendaftaran capres-cawapres pada 4 Agustus mendatang.

Tapi kan dengan Pak Prabowo juga berkomunikasi, begitu juga kemungkinan (poros) ketiga. Di ujung kami bersepakat akan ada pertemuan lagi jelang tanggal 4 Agustus. Salah satu yang dibahas, kapan sih pasangan itu akan diumumkan, ucap Hinca.

Tetap Dukung Jokowi

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan partainya konsisten mendukung Presiden Jokowi maju di Pilpres 2019. Hal itu ia katakan untuk menepis spekulasi setelah Airlangga bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa 10 Juli 2018.

Spekulasi silaturahmi antarpimpinan partai itu suatu hal yang biasa karena kita kan antarpimpinan partai suasana cair. Kemudian, posisi Partai Golkar itu sudah final. Sudah diputus dalam rapimnas dan munas dan bahkan Partai Golkar yang paling awal mendukung Pak Jokowi, kata Airlangga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 11 Juli 2018.